Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Pergolakan Diri

Pergolakan diri

Di sinilah aku sekarang
Duduk di antara danau mati
Dan orang-orang mati yang terus berjalan

Lalu di mana letak jiwaku?       
Adakah ia sedang berlari
Atau, hanya sedang duduk-duduk santai sembari menulis puisi


Entahlah,





Sumber gambar: http://sinarharapan.net







Sekarang, salju turun tepat di sampingku
Sedang bertanya tentang administrasi, etika dan sopan-santun
Lalu pikirmu aku hanya akan jadi angin lalu?

Sekali-kali tidak,
Jika perlu akan kutambah, kurubah dan kutanda-tanganni
Segala racun dan kebohongan ini


Yogyakarta, Februari 2018









Senin, 27 November 2017

Pencarianku padamu

-Pencarianku padamu


sumber: Kristolog.com

Aku mencarimu di puncak sujudku
Sujudku hambar
Aku tak menemukanmu

Aku mencarimu dalam hening dzikirku
Dzikirku palsu
Dirimu lenyap, menguap

Aku mencarimu pada insyaf do’aku
Do’aku kosong
Engkau terbang, menghilang

Aku mencarimu dalam belantara hidup
Aku linglung, bingung
Yang kutemui justru hewan-hewan buas haus kekuasaan

Aku mencarimu dalam laut-samudra
Aku tersenggal, kehabisan nafas
Yang kutemui hanya gelap dan kekosongan

Aku muak!


Pergi aku,
Menengok pada diriku sendiri
Ah.. engkau ternyata disana
Bersemayam dengan anggun, sedang tertelungkup, lalu tersenyum kepadaku



Yogyakarta, 27 November 2017

Senin, 30 Oktober 2017

Biar saja

Untukmu, di langit tanpa batas atas sana

Biar saja.
Jika nanti aku hanya jadi abu-debu dalam tungku perapianku sendiri.
Setidaknya, kayu-kabarnya kuperoleh dari hasil kerjaku sendiri.
Gerak otot dan tulang belulangku sendiri.

Biar saja.
Hancur-lebur tubuh dan jasadku ini!
Jauh lebih penting adalah jiwaku!
Ia akan tetap hidup dan mengamuk, pada setiap mereka yang berpegang teguh pada prinsip kebenaran yang diyakininya.

Biar saja.
Jikaulau orang lain pada sibuk membenci dan mencaci atas kekeras-kepalaan tekadku.
Paling tidak, aku tak pernah numpang hidup dan makan di atas kucuran darah dan keringat saudara-saudaraku.


Sumber: http://www.scari.org/anonymous_magazine.html

Biar saja. Kataku.
Jika memang Tuhan dengan tega mengutuk hidupku.
Masuk-menusuk dalam kegelapan hidup tanpa cahaya.
Asal satu syaratku terpenuhi!
Kau disampingku! Mencintaiku!